lusa..

oleh : gemela zuniga

ada masalah apa lagi dengan donat yang bolong ditengah

atau kopi yang pahit tanpa gula

dia..hanya jawaban saat aku masih tergelatak diatas kayu yg berpangku

disaat kaca itu masih terombang ambing oleh tumpukan basah rintik hujan

 

lalu..apa yang dipikirkannya? masih ada gelombang atau tumpukan sepi disana

rasanya sama saja..tak perlu sia-sia, tapi mengapa disia-siakan?

dari matanya yang mulai redup terang

tunggulah.. tapi tak mengapa dan biasa ia telah melipat tali sepatunya

 

seberapa sering jam bertanya

berdenting..berteriak..berhenti akhirnya

entah apa? aku selalu begitu saat kau hanya dan masih menghadap bunyi yang kunyalakan

kuhabiskan kopi susu bergaram yang kau buat..terima kasih sayang..

 

dan..apakah kau akan tertiup topan lalu menghantam wajahku yang mulai layu

apakah lilin kecil atau kunang-kunang yang akan menang? bagaimana sekarang?

aku tak bisa berikan capuccino atau tiramisu..hanya abon jika kau mau

tunda..tertunda..aku yang menunda..datanglah lagi saat lusa..ketika surat ini kau genggam tanda derai air mata..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s