JEJAK

oleh : gemela zuniga

gersang sudah air muka yang dulu kau tambahkan serbuk panas air hujan

saat dimana ia mulai mengerti menjadi membenci

bila lintah masih menusuk dan mengenyam manisnya darah

tepat..disitulah bersandarnya paku yang akan membengkakan rayuan kapak nan indah

bukan kapal yang lama berlabuh

bukan hiu yang mulai menerkam

hanya ada pelangi bertanduk setan

menari-nari dan berkata “masih adakah kepak sayap malaikat disampingku?”

apa yang terguncang, terpanah lalu berteriak tak bertenaga

entah mengapa ia masih menyelinap diantara wajah tentara yang bergemuruh

mencari alasan lalu mengendap dan membidik dengan babi buta

tepat..harinya kini tak mudah terungkapkan oleh banyak elang yang menang telak dilapangan

tak ada yang perlu menunggu atau kau pula yang ditunggu

cukuplah..sudahilah..semenjak itu, mimpi burukmu begitu menerkam di siang bolong

terang bintang, akan pudar, akan hanyut pada satu gulita yang merajalela

itulah..jejak ku.. yang kau cari sejak gelang yang terputus, terlunta lunta tanpa bisa berkata apa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s