BIRU

oleh : gemela zuniga

menghadap tuhan adalah hujan yang tiba-tiba menyelimuti bumi

batu karang yang diam, tiba-tiba marah dan buyar..

saat itu sambaran petir jadi masalah

mengapa kapal yang berlayar kini menepi menampar pantai

tulisan tinta diatas pelepah mengisyaratkan hal bodoh yang perlu dibuang jauh

mengingat besok matahari masih tegak tegas tinggi diujung timur

bagaimana bisa beton yang dilapisi baja bisa terambang di laut merah

kini yang kupersembahan hanya mercusuar yg tak padam disiang hari

besok akan kembali mimpi yang terkubur saat aku tertidur di tumpukan benang yg mulai mengusut

berdansa bersama penyu yang naik ke darat..kepiting yang mulai mengoyak mangsa..

datang darimanapun hantaman kicauan burung pemakan daging

tak berarti apa saat dinasaurus berlari sekencang doa yang tersalur dari kata ke kata..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s