WARNA…

Oleh : gemela zuniga

Pagi ini, nada embun semakin melembut. Hanya dentangan jam yang semakin gerusuk. Cahaya bulan kelam, terhapus oleh cahaya pagi. Terima kasih.. masih membuka pintu itu. hanya sajak berbaris kata, selembut iringan radio lama, keharuan ku yang kusebut cinta. Lambaian tangan tak berarti apa-apa, aku hanya bersedia menerima bingkisan penuh cerita. Sekali lagi, keharuan itu kusebut..tanda tanya. Seakan..ada kehidupan dalam genangan air hujan. Duduklah, sembari aku memandang langit diatas sana. Ada lima baris yang terlihat, aku tak tahu. Tidurlah, saat hujan datang lagi, kali ini membuyarkan tetesan tinta atau cat dinding..pelangi itu..bertambah satu. Ditengah, satu baris lagi. Warnanya memudar seiring hati yang terayun pilu. Harus ada satu wana diujung, menerangi yang lain, dari awal sampai akhir. Warna pilihan. Warna yang harus dimengerti, pasti.. warna yang akan membawa hujan kehilangan air mata untuk selama-lamanya. Ya.. itu kamu. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s