entah siapa memanggilku shania?

oleh : gemela zuniga

malam sepi beralunkan iringan rintikan hujan, mengabarkan banyak cerita diluar sana. tak terbendung lagi  nyanyian dari handphone shania, menderetkan beberapa nama sebagai tanda “panggilan tak terjawab.”
ia terlelap di atas tumpukan buku tebal berisi tentang sejarah Rusia. dua bulan setelah lulus dari bangku SMA, membuatnya memilih sastra dan bahasa sebagai pengganti materi hukum newton saat masih di SMA. tetap dalam keadaan tak bernyawa, ia mencoba menerbangkan tangan kanannya menuju meja kecil terbuat dari baja yang dilapisi kulit kayu tersebut, sehingga timbul lah suara yang kini entah berbicara tentang apa dari tempat yang lainnya. “shania..kamu dimana? kamu udah pulang? aku tadi nungguin kamu di terminal. shania..nya..nya? kamu kenapa sih? hei shania? shania? hei sha…”
shania ternyata telah mematikan handphonenya, karena tak masih tak mengerti dengan yang diucapkan lelaki itu. ia masih terkantuk-kantuk, dengan mata yang masih menyipit sempurna, dan badan yang terhentak kedua kalinya diatas kasur lepek diatas lantai itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s